Makna Lebaran

Makna psikososial

Konsekuensi logis dari hal yang bermakna secara psikologis akan sekaligus membawa dampak sosial. Keberhasilan seseorang menahan nafsu selama sebulan berpuasa, memaknakan Lebaran sebagai hari kemenangan spriritual dan akal budi. Pada saat itu pula aspek kalbu dari kemanusiaan, yang biasanya terabaikan oleh kesibukan kerja dalam keseharian, mendapatkan posisi tertinggi dalam keutuhan kemanusiaan. Pada saat mana pula esensi kalbu mendorong penghayatan akan keadaan fitri, yaitu kembalinya manusia yang berpuasa selama satu bulan memperoleh, kesucian diri yang fitri dan hakiki.

Hakikat kesucian diri ini akan terjawantahkan dalam bentuk upaya menjalin tali silaturahmi yang bersih dari dosa, dengki, kebencian, dan kemarahan yang telah pernah dirasakan sebelumnya. Maka terjadilah saat-saat saling bermaafan dan saling mengutarakan keinginan untuk melepaskan diri dari perasaan negatif yang penuh dosa di masa lalu.

Dosa terhadap orangtua, para sesepuh, kerabat, dan handai taulan. Ungkapan penuh kasih, ungkapan penuh rasa maaf, dan ungkapan persahabatan akan secara alami, namun juga dengan penuh kesadaran, tersalurkan. Yang muda menghaturkan sungkem memohon maaf kepada orangtua dan sesepuh, sesama kerabat bersalaman. Sementara itu, orangtua dan sesepuh pun memaafkan sambil memberikan restu bagi keselamatan dan kesejahteraan hidup selanjutnya. Dan kesemuanya dilakukan serentak setelah selesai shalat Ied.

Terkesan kebersihan diri yang dihayati secara psikologis menjadi benar-benar sempurna dan akan dirasakan kurang sempurna tanpa temu muka dengan para sesepuh, orangtua, kerabat, dan handai taulan. Pakaian yang dikenakan pun bersih, rapi, dengan raut muka jernih berseri. Benar-benar hari penuh makna yang tidak tergantikan dengan sekitar 300 hari lain dalam satu tahun.

Kepuasan kalbu yang hakiki dan menyeluruh akan teraih pada hari yang fitri tersebut. Ketegangan, ketidaknyamanan, kecemasan, dan kegalauan yang terasa sebelumnya oleh rasa bersalah dan berdosa secara sosial dengan seluruh kerabat serta handai taulan seolah mendapatkan peluang sirna, lepas, dan menghasilkan relaksasi emosional yang tiada tara. Lega rasa di hati dan kalbu pun terasa nyaman.

Benar-benar suatu penghayatan psikologis yang luar biasa maknanya dan berpengaruh langsung dalam perilaku sosial. Keceriaan sosial pun berkembang dan biasanya diikuti dengan makan-minum sambil bercanda yang disertai ungkapan-ungkapan penuh kasih dan kegembiraan karena dapat berkumpul dengan orangtua, sanak saudara, dan handai taulan.

Sebulan menahan nafsu amarah dan nafsu-nafsu lainnya melalui puasa penuh ketakwaan kepada Allah SWT benar-benar membawa pengaruh kasih yang terpancar di antara kerabat yang berkumpul sambil makan-minum bersama. Benar-benar hari yang membawa penghayatan psikososial yang penuh makna bagi kesejahteraan mental secara menyeluruh. Makna psikosial yang luar biasa tersebut ternyata juga menjadi modal penggerak utama untuk bekerja kembali pada hari-hari mendatang.

Dari ulasan di atas, kita semua akhirnya benar-benar dapat memahami mengapa para pemudik begitu besar antusiasmenya untuk pulang ke kampung halaman di hari Lebaran. Mereka rela berdesakan, tersiksa dalam perjalanan, sambil satu tangan menggendong anak yang masih kecil, sedangkan tangan yang lain membawa koper/kardus yang terkesan sangat berat. Kalaupun menggunakan kendaraan pribadi, siap bermacet ria berjam-jam lamanya. Apalagi sering terkesan tidak mempedulikan keselamatan pribadi dan anggota keluarga yang ikut mudik.

Mengapa? Karena imbalan penderitaan di perjalanan mudik berupa makna spiritual dan akal budi yang fitri akan mereka peroleh secara hakiki, benar-benar sangat berarti dan menjadi modal spiritual yang sangat kuat perannya bagi kerja keras kembali di tahun mendatang setelah hari Lebaran usai.

Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: