Kepemimpinan dan Shalat Berjamaah

Sumber: Republika.co.id, Drs. A.Taufiq Imron M.Si.

Penghargaan yang paling utama dalam salat berjamaah adalah mendapat pahala yang berlipat bagi pelakunya. Namun hikmah atau pelajaran yang terkandung didalamnya ternyata jauh lebih bernilai dari penghargaan itu sendiri terutama dalam kehidupan sebuah organisasi. Sekurang-kurangnya ada empat pelajaran yang berkaitan dengan kepemimpinan yang bisa kita pelajari dalam salat berjamaah yaitu terutama yang berkaitan dengan dengan hubungan antara pemimpin dan pengikutnya. Pelajaran pertama, kriteria utama menjadi imam dalam salat berjamaah adalah keahlian, yakni yang lebih berhak menjadi imam adalah yang paling ahli mengenai kandungan Alquran dan hadis. Di sini tampak bahwa demokrasi ala salat berjamaah dalam memilih pemimpin bukan berorientasi kepada kepopuleran sang calon, tetapi lebih berorientasi kepada keahlian/kompetensi. Ini berbeda dengan banyak sistem keorganisasian, di mana pemimpin dipilih atas dasar suara mayoritas atau seorang pemimpin bisa terpilih sekadar karena kepopulerannya atau kedekatannya dengan kekuasaan. Pelajaran kedua adalah penentuan prioritas untuk pemilihan pemimpin bila banyak calon yang memenuhi syarat keahlian/kompetensi. Bila terjadi bahwa di antara para calon imam, ternyata sama-sama ahli tentang kandungan Alquran dan hadis, maka harus dilihat siapa di antara mereka yang mempunyai wawasan dan integritas yang lebih pada Islam. Ini sangat tampak pada pemilihan pemimpin umat Islam, sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Empat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), semuanya berasal dari suku Quraisy. Mereka dipilih umat Islam menjadi Khalifah (pemimpin), karena dinilai telah teruji wawasannya, loyalitasnya, serta integritasnya kepada Islam. Di antaranya, mereka merupakan kelompok pertama yang memeluk Islam, dan kemudian ikut berjuang bersama Nabi SAW dengan jiwa dan raganya. Dalam kehidupan berorganisasi dalam memilih pemimpin harus mengutamakan yang memiliki wawasan dan yang integritas yang baik terhadap organisasi sehingga mereka akan menjadi tauladan dan disegani oleh pengikutnya. Pelajaran ketiga adalah seorang pemimpin shalat harus bersedia dikoreksi. Hal itu terlihat tatkala sang imam melakukan kesalahan dalam bacaan shalatnya, maka pengkitnya harus membenarkan bacaannya. Kemudian, apabila imam salah langkah (kurang atau lebih gerakannya) dalam memimpin salat berjamaah, maka makmum harus mengingatkan dengan membaca ’Subhanallah’. Mendengar bacaan tersebut, sang imam harus mawas diri dan menyadari bahwa ia telah salah langkah dan segera memperbaikinya. Hal ini sangat penting dalam sebuah organisasi, dengan adanya budaya saling mengingatkan maka organisasi tersebut akan dapat menghindarkan diri kesalahan yang berlarut dan menyebabkan organsasi tersbut tidak berkembang. Pelajaran keempat adalah tata cara pergantian pemimpin. Imam tidak mampu meneruskan atau menyelesaikan shalat berjamaannya baik karena whuduknya batal atau sebab-sebab lainnya maka pemimpin tersebut harus bersedia mundur. Selanjutnya imam tersebut mempersilakan salah seorang makmum di belakangnya untuk menggantikannya menjadi imam, meskipun shalatnya sedang berlangsung. Disini terlihat jelas bahwa seorang pemimpin harus sadar betul bahwa bila merasa dirinya sudah tidak effektif lagi untuk memimpin maka yang bersangkutan harus bersedia menyerahkan kepimpinannya kepada yang lebih mampu. Dengan demikian keberlangsungan organisasi dapat terjamin. Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa shalat berjamah banyak mengajarkan kita dalam kehidupan berorganisasi terutama dalam hal kepemimpinan, mulai dari kriteria seorang pemimpin hingga tata cara pergantian kepemimpinan itu sendiri. Dengan memilih seorang pemimpin yang effektif maka diharapkan organisasi dalam berkembang dan menyenangkan bagi pengikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: